Social Icons

Blog Keris Pusaka;silakan call/sms ke nomor;087855335960 @ 081235415435

Pages

Selasa, 04 Desember 2012

Tuah Keris - Pada Jaman Sekarang

Tuah Keris - Pada Jaman Sekarang
Empat contoh tuah yang telah diuraikan pada halaman sebelumnya, yaitu tuah untuk kesaktian, tuah untuk wibawa kekuasaan, tuah untuk kerejekian, dan tuah untuk keilmuan dan kesepuhan, adalah tuah-tuah pokok yang diberikan oleh sebuah keris sesuai tujuan awal pembuatannya. Penekanan kami pada istilah tuah pokok keris adalah bahwa tuah-tuah itu merupakan satu kesatuan tuah yang diberikan oleh sebuah keris, lengkap, tidak kurang, sesuai tujuan keris itu dibuat yang sesuai dengan karakter kepribadian dan kehidupan manusia pemiliknya.

Pada perkembangan selanjutnya, setelah keris-keris itu tidak lagi dimiliki oleh manusia si pemilik pertama (yang menerima langsung dari empu pembuatnya), keris-keris tersebut menyesuaikan diri dengan pemiliknya yang baru. Karena tidak semua manusia pemilik keris kondisi kepribadian dan kehidupannya sama dengan pendahulunya dan tidak semua karakternya sesuai dengan keris yang dimilikinya, tuah-tuah yang diberikan oleh keris pun tidak sama lagi dengan tuah-tuah yang dahulu, menurun fungsinya, tidak lagi sama dengan tujuan pertama keris itu dibuat. Hawa aura dan wibawa mistis yang dipancarkan oleh keris juga sudah banyak berkurang, mengikuti kondisi manusia pada jaman sekarang.
Pada jaman sekarang, banyak keris yang hawa aura mistisnya sudah redup, sudah dingin / adem / anyeb, mirip seperti keris kosong tidak berpenghuni gaib. Hawa auranya sudah menurun karena terpengaruh perkembangan jaman dimana keberadaan keris sudah mulai diabaikan, tetapi kekuatan aura keris-keris tersebut akan terasa ketika sudah menyatu dengan seorang pemilik yang sesuai.
Dalam sejarah keris, memang tidak semua keris membawa pengaruh positif bagi pemiliknya, bahkan ada di antaranya yang justru membawa petaka bagi pemiliknya. Efek buruk dari sebuah keris baru muncul ketika keris tersebut tidak cocok dengan manusia pemiliknya atau ada perbuatan si pemilik keris yang si keris tidak berkenan.


Pada jaman dulu umumnya manusia memahami kebatinan kejawen dan memahami aspek spiritualitas keris. Mereka dapat mengerti dan dapat membedakan keris-keris yang cocok dan yang tidak cocok dengan dirinya. Seandainya pun mereka memiliki sebuah keris yang tidak cocok dengan dirinya, maka keris-keris itu tidak akan disimpannya untuk dirinya sendiri, biasanya akan diserahkannya kepada orang lain yang dipandangnya lebih cocok dan pantas untuk memiliki keris itu. Dengan demikian, keris-keris yang disimpannya untuk menjadi miliknya hanyalah keris-keris yang cocok dan sejalan saja dengan dirinya.

Berbeda dengan kehidupan manusia jaman sekarang yang umumnya sudah tidak lagi menghayati spiritualitas kejawen dan tidak banyak yang mengerti sisi spiritualitas perkerisan. Kebanyakan keberadaan keris hanya dihubungkan dengan hal-hal gaib, sehingga memunculkan banyak kesalah-pahaman dan pengkultusan yang seringkali bersifat menyesatkan. Ditambah lagi manusia sudah hidup secara agamis, yang menjauhkan keris dari kehidupan manusia, yang semakin menjauhkan manusia dari pengertian yang benar tentang keris.

Pada dasarnya, pada jaman sekarang ini keris-keris itu masih menyimpan tuah-tuah pokoknya, namun tidak semuanya diberikannya kepada si pemilik keris, karena kondisi si pemilik keris tidak sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan oleh kerisnya dan tingkat penyatuan kebatinan antara si manusia pemilik keris dengan kerisnya juga sudah jauh berkurang. Menurunnya tuah dan karisma keris terjadi karena keris-keris itu menyesuaikan dirinya dengan manusia pemiliknya yang baru.Demikianlah yang terjadi pada masa sekarang. Mungkin keris
-keris yang kita miliki sudah tidak lagi memberikan tuah-tuah pokoknya, sudah menurun fungsinya, tidak lagi sesuai dengan tujuan pertama keris itu dibuat. Namun mungkin kondisi ini lebih baik untuk kita, mengingat kondisi kita juga mungkin tidak sama dengan manusia pendahulu kita, tidak sama dengan kondisi yang dipersyaratkan oleh si keris, kehidupan kita pada jaman sekarang juga tidak sama dengan kehidupan manusia jaman dulu.

Jadi, yang menentukan sifat tuah dan karakter keris pada jaman sekarang ini adalah bukan semata-mata sifat dan karakter asli dari sebuah keris, tetapi terutama adalah kepribadian si manusia pemilik keris itu sendiri yang si keris terpaksa harus menyesuaikan dirinya supaya dapat sejalan dengan si manusia pemilik keris, sehingga kondisi karakter keris itu tidak sama lagi dengan kondisinya pada saat pertama kali keris itu diciptakan.

Sedangkan keris-keris yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan manusia si pemilik keris, karena ketidak-cocokkannya dengan kepribadian dan kehidupan si manusia, atau karena tidak sesuai dengan tujuan keris itu diciptakan, secara umum kondisi inilah yang disebut sebagai keris-keris yang tidak cocok dengan manusia pemiliknya.
Sebagai catatan, untuk mengetahui tuah dari masing-masing turunan tuah antara keris yang satu dengan keris yang lain, agak sulit membedakannya secara fisik, karena yang membedakan adalah tuah gaibnya, bukan fisik kerisnya. Pembedaannya hanya bisa dilakukan secara kebatinan saja. Misalnya ada sebuah keris yang dahulu dibuat untuk memberikan tuah kesaktian, kekuasaan dan wibawa, ternyata keris itu (keris yang sama) sekarang hanya memberikan tuah keselamatan saja, atau kesaktian saja, atau wibawa saja. Padahal kerisnya sama. Pembedaannya hanya bisa dilakukan secara kebatinan saja.

Salah satu cara mengetahui tuahnya adalah dengan cara :  Menayuh Keris.
Untuk menjelaskan turunan atau  "pecahan"  tuah pokok keris pada jaman sekarang ini, maka kami membagi tuah pokok keris menjadi 2 kelompok besar, yaitu :
 1.  Tuah kesaktian
dan wibawa kekuasaan.
 2.  Tuah kerejekian dan kesepuhan.


 1.  Pecahan / Turunan Tuah
Kesaktian dan Wibawa Kekuasaan.


Jenis tuah keris yang pertama, yaitu tuah kesaktian
dan wibawa kekuasaan, turunan atau pecahan tuah kerisnya pada jaman sekarang adalah sebagai berikut : 1. Tuah Kesaktian dan Wibawa Kekuasaan.


Pada jaman sekarang jenis keris-keris ini masih memberikan satu rangkaian tuah yang lengkap, yaitu tuah
kesaktian dan wibawa kekuasaan, jika, dan hanya jika, keris-keris ini dimiliki oleh orang-orang yang sesuai dengan tuntutan kerisnya.

Yang tergolong dalam jenis keris ini adalah
pusaka-pusaka yang dahulu menjadi lambang kebesaran sebuah kerajaan / kadipaten / kabupaten, yang hanya patut dimiliki oleh seorang raja, adipati, dan bupati jaman dulu atau keturunan mereka yang masih membawa sifat-sifat dan derajat leluhurnya itu.

Selain itu, yang tergolong dalam jenis keris ini adalah juga
keris-keris yang dahulu diperuntukkan untuk keningratan dan kebangsawanan, seperti keris-keris ber luk 5, keris-keris berdapur nagasasra dan singa barong.











Contoh keris Pulanggeni
luk 5,
bertuah kesaktian
dan wibawa kekuasaan.








Contoh tombak bertuah kesaktian dan wibawa kekuasaan.



Keris-keris lurus yang awal pembuatannya bert
uah kesaktian, kekuasaan dan wibawa, sampai sekarang masih banyak yang memberikan satu rangkaian tuah yang sama.

Keris-keris yang bertuah keningratan dan kebangsawanan, misalnya
keris-keris ber-luk 5 atau keris-keris singa barong, menginginkan seorang pemilik yang juga memiliki garis keturunan ningrat / bangsawan, sesuai tujuan keris itu diciptakan. Kalau tidak terpenuhi, maka keris-keris itu hanya akan diam saja, pasif, tidak akan memberikan tuahnya dan tidak menunjukkan penyatuannya, karena pribadi pemiliknya tidak sesuai dengan peruntukkan kerisnya.

Untuk dapat memberikan tuah yang lengkap itu, selain syarat kondisi manusia
pemiliknya seperti tertulis di atas, keris-keris itu juga mengsyaratkan manusia pemiliknya mempunyai ilmu-ilmu kesaktian atau keksatriaan, terutama yang bersifat kebatinan, sehingga kegaiban keris-keris itu bisa menyatu dengan kebatinan manusia pemiliknya.

 2. Tuah Keselamatan / Penjagaan Gaib.


Secara umum pada jaman sekarang tuah inilah yang diberikan oleh keris kepada pemiliknya, yaitu untuk perlindungan 
gaib, menjaga keselamatan si pemilik dari serangan / gangguan gaib atau orang-orang yang berniat jahat / mencelakakan dan memberikan tanda peringatan atau isyarat bila akan terjadi kejadian musibah atau kecelakaan berupa rasa firasat atau mimpi.

 3. Tuah Kesaktian.

Keris yang memberikan tuah kesaktian / keksatriaan, selain berguna untuk menaikkan kekuatan dan ketajaman batin pemakainya, untuk menunjang kesaktian kanuragan, juga berguna untuk tujuan adu kekuatan gaib atau kesaktian gaib, yaitu untuk menembus / melumpuhkan benteng pertahanan gaib lawannya (perlindungan gaib atau ilmu kebal lawan) dan menghapuskan kegaiban ilmu lawan. Serangan secara fisik bisa dilakukan oleh siapa saja yang memegang keris. Namun penggunaan kekuatan gaib keris biasanya dilakukan oleh orang-orang yang mengerti tentang ilmu gaib / khodam dan yang bisa menggunakan kekuatan khodam gaib.











Contoh keris lurus jaman Kediri
bertuah
kesaktian.



Keris-keris yang bertuah kesaktian
bila berada di tangan orang-orang yang menjalani kekesatriaan dan memiliki keilmuan kebatinan yang tinggi, penyatuan gaib keris dengan orang tersebut akan menambah ketajaman dan kekuatan keilmuan orang tersebut menjadi bertambah berlipat-lipat.

Tetapi bila berada di tangan orang-orang yang tidak
menjalani kekesatriaan dan tidak memiliki keilmuan kebatinan yang tinggi biasanya hanya akan diam saja, pasif, menunggu untuk diperintah secara khusus, misalnya diperintah untuk memberikan pagaran gaib, pembersihan gaib, pengobatan gaib, dsb.

Namun ada sebagian keris-keris bertuah kesaktian yang dapat menyesuaikan dirinya dengan pribadi pemiliknya yang baru.
Walaupun si manusia pemiliknya tidak aktif menjalani kekesatriaan dan tidak memiliki keilmuan kebatinan yang tinggi, gaib kerisnya tetap aktif menunjukkan penyatuannya dengan si manusia dengan cara keluar dari kerisnya dan mendampingi pemiliknya dimana pun dia berada untuk memberikan perlindungan gaib, jika si manusia pemiliknya juga menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya.

 4. Tuah Kekuasaan dan Wibawa.


Keris yang memberikan tuah untuk kekuasaan dan wibawa, berguna untuk menaikkan derajat pemiliknya hingga dapat mencapai derajat yang tinggi, mengamankan posisinya dari persaingan dan menjaga wibawanya di mata atasan maupun bawahan.


Yang tergolong dalam jenis keris ini adalah keris-keris yang dahulu diperuntukkan untuk kebangsawanan, seperti keris-keris ber luk 5 dan singa barong, atau keris-keris berdapur nagasasra.

Tuah kekuasaan dan wibawa hanya akan bekerja
pada orang-orang yang mempunyai posisi sebagai pemimpin / penguasa daerah atau memiliki jabatan tertentu di tempat kerjanya dan mempunyai bawahan, kalau tidak, maka keris-keris ini hanya akan memberikan tuah kewibawaan saja.


 5. Tuah Kewibawaan.

Keris bertuah kewibawaan akan memberikan tuah untuk menjaga wibawa si pemilik di mata atasan maupun bawahan dan di mata orang-orang lain di sekitarnya. Selain menjadikan pemiliknya dihormati dan disegani oleh banyak orang, tuah ini juga berguna untuk menjauhkan si pemilik dari fitnah yang akan menjatuhkan martabatnya.
Keris-keris berdapur naga biasanya memberikan tuah jenis ini.


 6. Tuah Penundukan.

Tuah ini merupakan kepanjangan dari tuah kekuasaan dan wibawa, berguna untuk menundukkan lawan bicara, sehingga pembicaraan si pemilik keris tidak akan dibantah oleh orang yang mendengarkannya dan permintaan atau perintahnya kepada orang lain akan dituruti.
 7. Tuah Pambungkem.

Jenis tuah ini sebenarnya adalah turunan dari keris bertuah
kekuasaan dan wibawa. Walaupun tuahnya adalah turunan dari tuah kekuasaan dan wibawa, keris ini tidak lagi memberikan tuah untuk kekuasaan ataupun wibawa, namun memberikan tuah yang lebih ekstrim, yaitu membungkam mulut lawan bicara si pemilik keris (membuat lawan bicara berat / takut untuk berbicara atau membuatnya menjadi seolah-olah lupa atas apa yang akan diucapkannya).


Keris-keris jenis ini berguna sekali saat si pemilik keris sedang berdebat atau mengalami tuntutan / dakwaan. Orang-orang yang menuntutnya akan banyak diam atau lupa atas apa yang akan dituntutnya, sehingga si pemilik keris akan terbebas dari dakwaan.
Ciri-ciri dari keris pambungkem biasanya adalah yang lambe gajah-nya melingkar dan ujungnya menyatu / menempel dengan badan kerisnya. Kerisnya biasanya adalah keris lurus.


Keris-keris yang bertuah untuk
kekuasaan, kewibawaan, penundukkan atau pambungkem mungkin dimanfaatkan oleh orang-orang pemiliknya yang bermasalah di pengadilan dengan membawanya ke dalam ruang sidang (di dalam tas tentunya) untuk mengamankan dirinya dari tuntutan hukum.

 2.  Pecahan / Turunan Tuah Kerejekian dan Kesepuhan.
Secara umum keris-keris yang bertuah untuk kerejekian mengandung tuah pengasihan dan memberikan aura yang baik untuk keteduhan hati dan membantu hubungan sosial. Jenis keris ini lebih bisa beradaptasi dengan pemiliknya yang baru. Sekalipun ada yang kemudian menjadi bertuah khusus, misalnya bertuah khusus untuk pengasihan, kesuburan, kerejekian perdagangan, dsb, biasanya adalah karena kerisnya mengikuti tipe si manusia pemilik keris. Tetapi secara umum semua keris-keris kerejekian masih tetap memberikan tuah kerejekian umum dan pengasihan dan mengikuti aktivitas kerejekian manusia pemiliknya.

Untuk jenis tuah keris yang kedua, yaitu tuah kerejekian dan kesepuhan, turunan atau pecahan tuah kerisnya adalah sebagai berikut :

 1. Tuah Kerejekian, Kesuburan dan Penglarisan


Keris-
keris ini masih memberikan satu rangkaian tuah yang lengkap (kerejekian umum), yaitu tuah kerejekian, kesuburan dan penglarisan dan cocok untuk dimiliki oleh kebanyakan orang. Jenis kerisnya biasanya adalah keris lurus yang bertuah kerejekian.

 2. Tuah Kesuburan / Kemakmuran.


Keris-
keris yang bertuah kerejekian untuk kesuburan dan kemakmuran, lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan sendiri dari pertanian dan peternakan. Keris ini akan membantu memberikan aura yang baik untuk kesuburan tanah dan ternak dan menjauhkan dari serangan hama dan penyakit hewan dan tumbuhan.

Agak sulit membedakan keris ini secara fisik dari keris kerejekian yang lain, karena fungsinya memang mirip. Pembedaannya hanya bisa dilakukan secara kebatinan saja.
Kujang yang berwarna hitam, yang proses pembuatannya (tempaan logamnya) mirip keris, biasanya memberikan tuah jenis ini.

 3. Tuah Penglarisan.


Keris-
keris yang bertuah kerejekian untuk penglarisan, lebih cocok dimiliki oleh orang yang memiliki sumber pendapatan sendiri dari perdagangan, misalnya seorang pedagang / pengusaha.
Keris ini membantu memberikan aura yang membuat orang senang dengan pemiliknya, senang datang ke tempat usahanya (dan merasa betah) dan senang untuk melakukan transaksi bisnis dengannya.
Sama dengan jenis keris sebelumnya, agak sulit membedakan keris ini secara fisik dari keris kerejekian yang lain. Pembedaannya hanya bisa dilakukan secara kebatinan saja.

 4. Tuah Pengasihan.


Tuah pengasihan bukanlah tuah asli dari sebuah keris jawa, tetapi merupakan tuah yang diberikan oleh sebuah keris karena menyesuaikan bentuk tuah yang bermanfaat bagi manusia pemiliknya.
Keris-
keris jenis ini memberikan tuah pengasihan dan cocok untuk dimiliki oleh kebanyakan orang, terutama adalah pedagang, atau karyawan dan pegawai yang penghasilannya berasal dari gaji / upah.
Keris ini akan memancarkan aura pengasihan, sehingga si pemilik keris akan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan ataupun bawahannya.


Contoh keris bertuah
pengasihan.


Jenis keris ini juga agak sulit dibedakan secara fisik dari keris kerejekian yang lain. Pembedaannya hanya bisa dilakukan secara kebatinan saja. Namun ada keris-keris yang badan fisiknya memiliki lubang memanjang di bagian tengah kerisnya (keris combong). Keris ini mudah dikenali dan bisa digunakan untuk ilmu pelet (pemikat hati seseorang). 

Biasanya semua keris bertuah kerejekian juga memberikan tuah pengasihan.

 5. Tuah Karisma.

Keris-
keris ini memberikan tuah karisma dan cocok untuk dimiliki oleh kebanyakan orang, terutama yang sudah matang kepribadiannya. Keris ini akan memancarkan aura perbawa dan karisma, sehingga si pemilik akan dihormati dan dikasihi oleh orang lain di sekitarnya, oleh atasan maupun bawahannya. Bila berbicara atau berpidato, orang akan mendengarkan dengan rasa suka.

Berbeda dengan tuah wibawa yang menyebabkan seseorang disegani oleh orang lain, tuah karisma menyebabkan seseorang disukai dan didekati oleh banyak orang.

Jenis keris ini juga agak sulit membedakannya secara fisik dari keris yang lain. Pembedaannya hanya bisa dilakukan secara kebatinan saja.
 6. Tuah Keteduhan dan Ketentraman Keluarga.

Keris-
keris ini memberikan tuah untuk keteduhan dan ketentraman keluarga dan cocok untuk dimiliki oleh kebanyakan orang. Keris-keris ini akan memancarkan hawa aura yang teduh dan membawa suasana teduh dalam rumah tangga dan suasana teduh dalam rumah pemiliknya. Tuahnya juga akan meredam hawa panas dari gaib-gaib yang berdiam di rumah pemiliknya atau di sekitarnya.

Berbeda dengan tuah wibawa yang menyebabkan seseorang dan tempat tinggalnya disegani oleh orang lain, tuah 
untuk keteduhan dan ketentraman keluarga menyebabkan tempat tinggalnya nyaman untuk didatangi dan nyaman untuk menjadi tempat berkumpul dan berbincang.

 7. Tuah Kesepuhan.

Kewibawaan yang dipancarkan oleh jenis keris ini adalah seperti kewibawaan dan karisma seorang tua yang disegani orang (kesepuhan), lebih mengarah pada perbawa dan pengayoman seorang tua.

Jenis keris ini memberikan pengaruh berupa ketenangan hati, pikiran dan batin, membuka pikiran si pemilik dalam pemecahan masalah, membantu memberikan ide-ide atau ilham (atau wangsit), membantunya menjadi seorang yang waskita, peka rasa tentang kejadian yang akan terjadi dan tajam indera keenamnya, juga membantu dalam hal kesehatan dan ketentraman keluarga dan melancarkan segala urusannya yang berhubungan dengan hubungan sosial di masyarakat.

Jenis keris ini lebih cocok dimiliki oleh orang-orang yang sudah cukup berumur, memiliki kebijaksanaan kesepuhan dan menekuni kebatinan kerohanian.


Pada dasarnya, pada jaman sekarang ini keris-keris masih menyimpan tuah-tuah pokoknya, namun tidak semuanya diberikannya kepada si pemilik keris, karena kondisi si pemilik keris tidak sesuai dengan kondisi yang dipersyaratkan oleh kerisnya dan tingkat penyatuan kebatinan antara si manusia pemilik keris dengan kerisnya juga sudah jauh berkurang. Menurunnya tuah dan karisma keris terjadi karena keris-keris itu menyesuaikan dirinya dengan manusia pemiliknya yang baru.

Pada jaman dulu umumnya manusia memahami kebatinan kejawen dan memahami aspek spiritualitas keris. Mereka dapat mengerti dan dapat membedakan keris-keris yang cocok dan yang tidak cocok dengan dirinya. Dengan demikian, keris-keris yang disimpannya untuk menjadi miliknya hanyalah keris-keris yang cocok dan sejalan saja dengan dirinya.


Berbeda dengan kehidupan manusia jaman sekarang yang umumnya sudah tidak lagi menghayati spiritualitas kejawen dan tidak banyak yang mengerti sisi spiritualitas perkerisan. Kebanyakan keberadaan keris hanya dihubungkan dengan hal-hal gaib, sehingga memunculkan banyak kesalah-pahaman dan pengkultusan yang seringkali bersifat menyesatkan. Ditambah lagi manusia sudah hidup secara agamis, yang menjauhkan keris dari kehidupan manusia, yang semakin menjauhkan manusia dari pengertian yang benar tentang keris.

Kebanyakan orang pada jaman sekarang memiliki keris hanyalah karena mengharapkan tuahnya. Keris dianggap sama dengan benda jimat lainnya. Ada juga orang yang sangat mengandalkan tuah keris / jimat dalam kehidupannya, seolah-olah tuah benda-benda gaib itu ampuh sebagai jalan pintas untuk menuntaskan keperluan-keperluannya. Tetapi banyak juga orang yang kemudian kecewa karena mereka ternyata sama sekali tidak merasakan keampuhan tuah benda gaib miliknya, tidak sesuai "iklan" penjualnya. Kelemahan peka rasa dan kurangnya pemahaman spiritual perkerisan juga menyebabkan seseorang tidak menyadari bahwa sebenarnya benda gaib yang dimilikinya adalah "barang bagus" dan dengan demikian ia juga menjadi tidak dapat mendayagunakannya, karena tidak bisa membedakan mana yang 'bagus" dan mana yang tidak.


Soal kekuatan gaib dan tuah sebuah keris, lemah atau kuat, sebaiknya janganlah terlalu dipermasalahkan, karena yang paling penting sebenarnya adalah kemampuan kita sendiri untuk mendayagunakannya.


Seperti contohnya banyak keris-keris sakti dan ampuh yang dimiliki orang-orang pada masa sekarang, tetapi sayangnya pemiliknya tidak mengerti sisi kegaibannya dan tidak mampu mendayagunakannya, akhirnya keris-keris itu hanya dianggap sama saja dengan keris-keris yang umum, padahal pada jaman dulu orang bisa malang-melintang di dunia persilatan atau berkuasa di pemerintahan hanya dengan keris yang tidak terlalu sakti.

Juga banyak orang-orang kaya, pejabat dan penguasa yang sukses berkuasa dan berwibawa dengan pendampingan keris-keris yang sebenarnya tidak terlalu ampuh bertuah, tetapi karena mereka meyakininya dan mau menyatukan diri dengan benda-benda gaibnya (ditambah bimbingan "orang pinter") mereka benar bisa sukses.

Pada jaman sekarang ini kadangkala kita mengetahui ada tokoh-tokoh tertentu orang kaya atau pejabat yang masih suka menjalankan ritual-ritual spiritual dan memiliki keris. Seringkali kita memandang sinis perilaku mereka dan menyamakannya dengan perilaku klenik, atau ada juga yang menganggapnya sebagai pesugihan. Tetapi satu hal yang tidak kita sadari, yaitu bahwa perilaku mereka itu menunjukkan bahwa mereka percaya terhadap "sesuatu" yang lain yang tidak semuanya bisa dinalar, dan "sesuatu" itu bisa mendatangkan keberuntungan (hoki), tetapi bisa juga mendatangkan kesulitan.

Dan dalam hal kepemilikan keris, sugesti keyakinan mereka telah menyatukan mereka dengan keris-keris mereka, dan mereka juga peka rasa dan firasat, sehingga dengan adanya pendampingan keris-keris mereka, insting mereka menjadi tajam, mereka mendapatkan banyak ide dan ilham (dan firasat) yang mengarahkan mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah pada kesuksesan mereka dan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang dapat mengakibatkan kesulitan.

Jadi mengenai kegaiban dan tuah keris, intinya adalah kemampuan si manusia pemilik keris itu sendiri untuk bisa mendayagunakan kegaiban keris-kerisnya dan dibutuhkan peka rasa dan firasat untuk bisa menerima manfaat dari kebersamaan keris-kerisnya. Rahasia sukses orang-orang tersebut bersama kerisnya dapat menjadi contoh untuk kita tentang bagaimana seharusnya kita bersikap dengan keris-keris kita.

Keris-keris pada umumnya, selain memancarkan aura / energi tuahnya, biasanya juga memberikan ide dan ilham yang mengalir di pikiran si pemilik keris untuk mengarahkan jalan hidupnya. Kalau si pemilik keris mau dan bisa "mendengarkan" dan menjalankannya, mereka benar bisa sukses. Tetapi kalau tidak peka, maka mereka tidak akan bisa mendayagunakannya, malahan pengaruh tuah keris-keris itu tidak akan bisa dirasakannya. Dalam hal ini sikap kebatinan kita dalam memiliki keris haruslah dibedakan, sikap kebatinan  dalam kepemilikan sebuah keris janganlah disamakan dengan sikap kebatinan dalam kepemilikan sebuah benda jimat.

Secara umum keris-keris dibuat dengan tujuan mendampingi manusia pemiliknya, tuahnya dan kekuatan gaibnya disesuaikan dengan si manusia pemiliknya. Secara umum tujuan keris dibuat dimaksudkan dengan pendampingannya masing-masing keris-keris itu akan memberikan tuahnya kepada si manusia, dan untuk hasil kegaiban yang maksimal dalam pendampingan itu dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin).

Sifat kejiwaan keris sama seperti orang tua yang memomong dan menjaga anaknya, atau bersifat mendampingi, sama seperti seorang teman dalam perjalanan. Bila si manusia pemilik keris, sebagai pihak yang "diemong", mampu peka rasa, bisa mendengarkan bisikan kerisnya yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan dituntun kepada jalan / perbuatan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah kerisnya dan menjauhkannya dari kesulitan. Sesuai filosofi kejiwaan keris ini haruslah dipahami bahwa diciptakannya sebuah keris tidak ditujukan untuk menjadi benda berhala, atau menjadi jimat pesugihan, dsb, dan sifat kejiwaan sebuah keris tidak mendorong pemiliknya untuk memuja berhala atau mengagung-agungkan keris, dan keberadaan sebuah keris tidak bersifat klenik, tetapi sakral.

Semua perbuatan manusia adalah sesuai dengan kehendaknya sendiri dan menjadi tanggung jawab si manusia itu sendiri. Keberadaan keris bersifat mendampingi, memberikan arahan supaya manusia melakukan perbuatan yang benar dan memberikan peringatan supaya manusia tidak melakukan perbuatan yang dapat mendatangkan kesulitan dan memberikan tanda peringatan rasa firasat (dan mimpi) bila akan ada suatu kejadian berbahaya.

Sifat kejiwaan yang seperti itu tidak kita dapatkan dari benda-benda gaib lain. Umumnya orang-orang jawa jaman dulu peka rasa dan batin, sehingga akan mudah penyatuan kebatinannya dengan keris-kerisnya. Itulah sebabnya orang-orang jawa jaman dulu, yang peka rasa, lebih memilih keris daripada benda-benda gaib lain.

Karena itu sebaiknya dipahami, jika kita mempunyai sebuah keris, apapun jenis keris dan tuahnya, untuk mendapatkan kegaibannya yang maksimal dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan kita dengan si keris (ada interaksi batin), bukan sekedar memiliki / menyimpan keris sebagai jimat yang hanya diharapkan tuahnya. Karena itu jika kita merasa tidak bisa bersikap seperti contoh orang-orang di atas yang bisa peka rasa dan firasat dan bisa menyatukan dirinya dengan keris-kerisnya, bisa "mendengarkan suara kerisnya"  dan mau menjalankan tuntunan yang diberikan kepadanya, sebaiknya janganlah kita memiliki keris, lebih baik kalau kita memiliki benda-benda gaib lain saja sebagai jimat ampuh untuk keselamatam, kesuksesan dan keberuntungan.


Pada jaman dulu keris-keris bertuah kesaktian (dan kewibawaan) adalah keris-keris "bergengsi" yang sangat diinginkan orang untuk dimiliki, karena pada masa itu kehidupan manusia kental berhubungan dengan dunia kesaktian dan sering sekali berinteraksi dengan mahluk halus, baik yang bersikap bersahabat maupun yang mengganggu, secara langsung maupun tidak langsung. Keris-keris jenis ini dulunya ditujukan untuk kalangan ksatria dan dunia persilatan dan untuk para penguasa daerah dan pejabat pemerintahan, tetapi secara umum banyak orang menginginkan keris-keris jenis ini.Tetapi pada jaman sekarang sudah terjadi pergeseran interest dimana orang memiliki keris hanya karena mengharapkan tuahnya saja, untuk keselamatan, kerejekian, kepangkatan / tunjung derajat dan kekayaan, yang dulunya keris-keris jenis itu dibuat untuk kalangan pengusaha, pedagang atau tuan tanah, tetapi lebih banyak lagi yang dibuat untuk kalangan rakyat biasa. Karena itu orang-orang yang tidak bergerak di dunia kesaktian, kanuragan maupun gaib, kadangkala menjadi kecewa jika kerisnya ternyata adalah jenis keris kesaktian, yang tidak memberikan tuah-tuah lain di atas yang lebih dibutuhkan orang pada jaman sekarang.

Kebanyakan keris-keris (dan tombak) bertuah kesaktian sosok gaibnya akan tetap berdiam di dalam kerisnya dan akan pasif, tidak aktif berfungsi, hanya diam saja menunggu untuk diperintah secara khusus, jika pemiliknya bukanlah orang yang aktif bergerak di dunia keksatriaan. Tetapi sebagian lainnya ada yang bisa beradaptasi dengan manusia pemiliknya yang baru dan akan keluar dari kerisnya mendampingi si pemilik keris dimana saja dia berada, walaupun kerisnya ditinggal di rumah, untuk
memberikan fungsi perlindungan gaib, jika si manusia pemiliknya juga menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya..

Tetapi keris-keris bertuah kesaktian itu juga dapat memberikan tuah lain yang dibutuhkan orang pada jaman sekarang, jika tahu caranya. Begitu juga dengan keris-keris bertuah kerejekian, dapat juga disugestikan untuk memberikan tuah kewibawaan atau perlindungan gaib. Tetapi karena tuah-tuah lain tersebut tidak sesuai dengan tuah aslinya, tidak sesuai dengan tujuan keris itu dibuat, maka sebaiknya mengsugestikannya hanya sekali saja, bukan disugestikan supaya setiap hari memberikan tuah-tuah lain tersebut.
Misalnya :

- kita bisa mengsugestikan keris-keris kita yang berkarakter halus, yang bertuah pengasihan / kerejekian, untuk
  memberikan tuah kewibawaan, hanya  untuk keperluan ketika kita akan menemui seseorang, supaya kita tidak
  disepelekan, atau mengsugestikannya untuk memberikan tuah kewibawaan  hanya  dengan cara memintanya
  membungkus kita dengan aura kewibawaan.- kita bisa mengsugestikan keris-keris kita yang berkarakter keras, yang bertuah kesaktian, kewibawaan
  atau penjagaan gaib, untuk memberikan tuah pengasihan dan kerejekian, hanya  dengan cara memintanya
  membungkus kita atau tempat usaha kita dengan aura pengasihan dan kerejekian, supaya hubungan sosial
  dan kerejekian kita baik.
Dalam hal mengsugestikan tuah yang berlawanan / tidak sejalan dengan tuah asli keris di atas, misalnya keris-keris berkarakter halus disugestikan untuk memberikan aura kewibawaan, atau keris-keris berkarakter keras disugestikan untuk memberikan aura pengasihan / kerejekian, sebaiknya sugestinya dilakukan hanya untuk keperluan tertentu saja,  tetapi jika aura kewibawaan atau pengasihan itu diinginkan bersifat jangka panjang, maka kerisnya bisa disugestikan (sekali saja) untuk memberikan bungkus aura kewibawaan atau pengasihan / kerejekian yang bersifat jangka panjang, bukan mengsugestikan khodamnya untuk setiap hari memberikan aura kewibawaan atau pengasihan / kerejekian yang berlawanan dengan tuah aslinya, karena akan dapat merubah kepribadiannya.

Untuk menambah pengetahuan tentang sifat-sifat gaib keris atau
khodam gaib secara umum, silakan dibaca tulisan berjudul  Khodam dan Kualitas Tuah.
  Keris Tunjung Derajat.

Pada masa sekarang ada dikenal istilah Keris Tunjung Derajat. Istilah itu, walaupun sudah umum dikenal di kalangan perkerisan, tetapi terutama dipopulerkan oleh kalangan "pedagang" untuk menaikkan nilai jual dan untuk menaikkan citra dari keris-keris dagangannya karena banyak orang yang ingin memiliki keris yang bisa mengangkat derajat / kepangkatan yang juga akan mengantarkan seseorang pada kekayaan dan kemuliaan.

Secara umum Keris Tunjung Derajat berasal dari jenis keris yang bertuah kerejekian. Istilah Keris Tunjung Derajat terutama ditujukan untuk keris kerejekian yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bekerja sebagai karyawan / pegawai di pemerintahan ataupun swasta, yang penghasilannya terutama berasal dari gaji / upah. Sedangkan keris kerejekian umum atau yang untuk kalangan pedagang / pengusaha, istilahnya bukan tunjung derajat, tetapi keris yang bertuah untuk menderaskan rejeki.

Pengertian Keris Tunjung Derajat adalah keris-keris yang tuahnya dikatakan ampuh dapat menaikkan pangkat / derajat / jabatan kepegawaian yang akhirnya juga akan menaikkan gaji dan kekayaan dan kemuliaan seseorang.
Sebenarnya keris yang bertuah
tunjung derajat bukan hanya berasal dari keris-keris bertuah kerejekian, tetapi yang bertuah
kesaktian, kekuasaan dan wibawa dan keris-keris keningratan juga dapat bertuah tunjung derajat, tetapi sifat dasar tuah dan auranya berbeda.


Tuah tunjung derajat yang berasal dari keris-keris bertuah kerejekian mengandung sifat dasar pengasihan yang membuat seseorang dikasihi oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya, dan juga membantu dalam hubungan sosial. Yang umum dirasakan oleh orang-orang pemiliknya adalah keris-keris tersebut dapat menaikkan kerejekian dan kekayaan yang berasal dari naiknya kepangkatan atau karena kedekatannya dengan atasan.Tuah tunjung derajat yang berasal dari keris-keris bertuah kesaktian, kekuasaan dan wibawa mengandung sifat dasar kewibawaan yang membuat seseorang dihormati oleh orang lain, baik yang sederajat, atasannya, maupun bawahannya. Yang umum dirasakan oleh orang-orang pemiliknya adalah keris-keris tersebut dapat mengangkat derajat dan kepangkatan pemiliknya, menaikkan wibawanya, dan mengamankan posisinya dari persaingan.

Tuah tunjung derajat yang berasal dari keris-keris keningratan ada yang mengandung sifat dasar kewibawaan, ada juga yang mengandung sifat dasar pengasihan, tergantung sifat dasar tuah kerisnya masing-masing apakah bersifat kesaktian, kewibawaan ataukah kerejekian.

Mengenai keris-keris bertuah tunjung derajat, ataupun yang bertuah untuk menderaskan rejeki, sebenarnya semua keris dapat memberikan tuah itu, tetapi kekuatan tuahnya yang terkait dengan itu sangat bergantung pada penyesuaian si keris terhadap kepribadian dan aktivitas sehari-hari manusia pemiliknya, penyatuan antara manusia pemiliknya dengan kerisnya, dan si pemilik keris juga aktif menunjukkan penyatuan dirinya dengan kerisnya, bukan hanya mengharapkan keris itu menyatu dengan dirinya dan memberikan tuahnya kepadanya.


Dengan dasar pemahaman di atas, maka janganlah anda termotivasi untuk mencari dan membeli keris-keris yang dikatakan sebagai keris tunjung derajat, atau yang dikatakan sebagai bertuah menderaskan rejeki, karena keris-keris milik anda pun sebenarnya dapat memberikan tuah tersebut, jika anda dapat mengoptimalkan manfaatnya. Keris-keris yang akan anda beli, yang dikatakan sebagai keris tunjung derajat atau bertuah menderaskan rejeki, belum tentu tuahnya akan sama seperti yang anda harapkan, dan belum tentu keris tersebut cocok untuk anda.

  Keris Pamengkang Jagad & Keris Combong.

Pada jaman sekarang ada ditemukan keris-keris yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya, umumnya adalah dari jenis keris lurus. Retakan atau lubang memanjang itu terjadi secara alami, bukan dengan sengaja dibuat. Secara umum di kalangan perkerisan, keris-keris tersebut sering dikatakan sebagai keris cacat, keris yang tidak sempurna pembuatannya atau tidak berkualitas, ada juga yang menganggapnya sebagai keris yang tidak baik, yang akan memberikan pengaruh gaib yang tidak baik.Keris-keris yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya secara teknis memang termasuk keris yang tidak sempurna penggarapannya, walaupun penyebab retakan atau lubang memanjang itu belum diketahui pasti penyebabnya. Tetapi apakah keris-keris itu adalah keris yang tidak baik, yang akan memberikan pengaruh gaib yang tidak baik, itu masih harus dikaji dan dibuktikan.
Penulis ada menemukan beberapa keris tersebut, termasuk ada juga keris milik pembaca,
yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya, tetapi Penulis tidak menemukan adanya indikasi pengaruh gaib negatif dari adanya retakan atau lubang memanjang di badan keris. Yang Penulis temukan indikasinya adalah adanya retakan dan lubang memanjang itu justru menambah kuat tuah kerisnya, keris yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya memberikan tuah yang lebih kuat daripada keris lain yang sejenis yang tidak mempunyai retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya. Apakah itu kebetulan saja, Penulis tidak tahu. Fakta itu saja yang Penulis temukan.

Keris-keris bertuah kesaktian, kekuasaan dan wibawa, yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya, ada orang yang menyebut keris-keris tersebut sebagai  Keris Pamengkang Jagad.

Keris-keris tersebut lebih kuat tuahnya daripada kondisi aslinya sebelum adanya retakan atau lubang di badan kerisnya. Banyak pemilik keris tersebut yang telah merasakan keampuhan tuahnya, sehingga keris-keris tersebut dianggapnya sebagai keris yang pilih tanding, tuahnya dianggap tiada bandingannya, dan tidak akan dijualnya berapa pun harganya, karena sesuai fungsi tuahnya, keris-keris tersebut sudah dirasakan ampuh mengangkat derajat dan kepangkatan pemiliknya (tunjung derajat), menaikkan karisma wibawanya, dan mengamankan posisinya dari gangguan orang lain  (termasuk bila ada tuntutan / dakwaan),  dengan syarat si pemilik kerisnya aktif menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya.

Keris-keris bertuah kerejekian dan kesepuhan yang memiliki retakan atau lubang memanjang di badan kerisnya, ada orang yang menyebut keris-keris tersebut sebagai  Keris Combong  dan dianggap ampuh untuk pengasihan atau pelet. Tetapi sebenarnya Keris Combong itu bukan hanya kuat tuahnya untuk pengasihan / pelet, tetapi juga tuah-tuah aslinya yang lain, seperti tuah kerejekian dan kesepuhan, atau tuah lain yang terkandung di dalamnya, juga menjadi lebih kuat pengaruhnya daripada kondisi aslinya sebelum menjadi Keris Combong. Yang umum dirasakan oleh orang-orang pemiliknya adalah keris-keris tersebut dapat mengangkat kerejekiannya yang mengantarkannya pada kekayaan dan kepangkatan yang tinggi (tunjung derajat), membantu dalam pergaulan dan memudahkannya untuk mencari pasangan, dengan syarat si pemilik kerisnya aktif menunjukkan penyatuannya dengan kerisnya.Tetapi janganlah karena adanya tulisan tentang indikasi tuah yang lebih kuat di atas kemudian anda dengan sengaja membuat retakan atau lubang memanjang di badan keris anda, jangan sampai anda malah ketulah / kesambet.  Retakan dan lubang memanjang itu terjadi karena sebab alami, bukan karena sengaja dibuat.

Juga janganlah karena adanya tulisan tersebut, kemudian anda menjadi termotivasi untuk mencari dan membeli keris-keris yang mempunyai lubang memanjang di badan kerisnya, karena belum tentu tuahnya akan sama seperti yang anda harapkan, dan belum tentu keris tersebut cocok untuk anda.

Keris-keris yang disebutkan di atas tuahnya hanya akan menjadi maksimal jika ada penyatuan antara manusia pemiliknya dengan kerisnya, dan si pemilik keris juga aktif menunjukkan penyatuan dirinya dengan kerisnya, bukan hanya mengharapkan keris itu menyatu dengan dirinya dan memberikan tuahnya kepadanya.


Penulis juga ada menemukan keris-keris lain yang memiliki retakan yang tidak memanjang di badan kerisnya, tetapi melintang seperti patahan yang memotong badan keris. Indikasi yang Penulis temukan dari keris-keris tersebut adalah adanya retakan patahan itu ternyata melemahkan / menurunkan kadar kekuatan tuah kerisnya. Jadi bila anda menginginkan keris karena tuahnya, janganlah membeli keris yang memiliki retakan patahan di badan kerisnya. Tetapi jika keris yang sudah anda miliki ada yang memiliki retakan patahan di badan kerisnya, keris itu masih dapat memberikan tuah yang bagus sepanjang ada penyatuan antara anda dengan keris anda dan anda aktif menunjukkan penyatuan anda dengan keris anda itu.


Sebuah keris yang mengandung tuah kekuasaan dan wibawa dan mempunyai kekuatan gaib yang cukup tinggi, ketika sedang dibawa bepergian dengan diselipkan di pinggang atau di balik baju, kondisi cuaca yang sedang mendung tebal sekalipun, tidak akan ada hujan yang turun. Atau ketika sedang turun hujan, ketika si manusia pembawanya terpaksa harus berjalan menerobos hujan, maka hujannya akan segera berhenti.

Keris tersebut juga dapat diperintahkan untuk meredakan hujan dan angin badai, atau memadamkan api yang sedang membakar sebuah rumah.

Kejadian di atas hanya terjadi dalam kondisi alami, tidak dengan sengaja
dilakukan untuk menguji sebuah keris. Tetapi bila seseorang memang sengaja ingin menguji kerisnya, mungkin kegaiban di atas dapat juga terjadi, bila sebelumnya si pembawa keris meminta kerisnya untuk menunjukkan kegaibannya.

Perwatakan sebuah keris tidak sama dengan
jimat batu yang adalah benda alam dan tidak sama dengan jenis tombak yang adalah senjata di lapangan, yang tidak masalah bila harus basah terkena hujan. Sebuah keris adalah bersifat pribadi. Sama dengan si pembawanya yang tidak ingin basah kehujanan, keris itu juga tidak mau basah kehujanan. Secara alami kegaiban keris itu akan menahan turunnya hujan, atau meredakan hujan yang sedang turun. Begitu juga bila terjadi kebakaran, Penulis belum mengetahui apakah di dalam sejarah ada keris yang ikut gosong dalam peristiwa kebakaran. Biasanya tempat keris itu berada akan selamat dari kebakaran.

Anda juga dapat memanfaatkan kegaiban keris anda, yang kesaktian gaibnya cukup tinggi, terutama yang bertuah untuk kesaktian, kekuasaan dan wibawa, untuk membantu anda menyingkirkan angin dan hujan dalam acara-acara khusus, seperti acara hajatan pernikahan. Dengan demikian, dengan bantuan keris anda itu anda dapat berperan sebagai seorang pawang hujan untuk diri anda sendiri ataupun untuk orang lain.

Caranya :
Setelah keris dikeluarkan dari sarungnya, keris diangkat tegak ke atas kepala di depan wajah, dan sambil menunduk keris tersebut disentuhkan ke dahi. Dalam posisi itu kita berkata-kata kepada si keris, berkata-kata dalam hati tetapi ditujukan kepada si keris :

" Besok saya akan melangsungkan hajatan perkawinan. Bantulah saya. Singkirkan awan mendung dan hujan sehari itu sampai acaranya selesai, jangan ada turun hujan di acara hajatan saya, pindahkan ke tempat lain yang lebih membutuhkannya. Singkirkan juga gangguan-gangguan gaib dan orang-orang yang berniat jahat dan mengganggu sampai acaranya selesai ".

Kalau perlu, sugesti anda itu diucapkan beberapa kali untuk memastikan bahwa sugesti anda benar sampai kepada si keris. Sesudah itu berikanlah sesaji kembang telon atau meminyakinya dengan minyak cendana merah, sebagai tanda terima kasih atas bantuannya.



Tuah-tuah keris pada jaman sekarang, selain dipengaruhi oleh perkembangan jaman, juga dipengaruhi karakter kepribadian dan aktivitas sehari-hari
kehidupan pemakainya. Sebuah keris yang sudah cocok mengikut kepada seseorang akan menyesuaikan karakter dan tuahnya dengan pribadi manusia pemakainya.

Sebagai contoh, si A memiliki sebuah keris pandawa berluk 5 yang aslinya adalah bertuah untuk karisma dan wibawa kebangsawanan, yang didapatkannya dari bapaknya. Bapaknya 
mendapatkan keris itu dari bapaknya lagi (kakek si A). Kakek si A mendapatkannya dari bapaknya lagi (kakek buyut si A). Keris itu menjadi pusaka keluarga yang diturunkan kepada anak - cucu keturunan.

Kakek buyut si A adalah seorang lurah pada jamannya dan masih memiliki garis keturunan kebangsawanan. Ketika keris itu masih menjadi miliknya, keris itu memberikan tuah wibawa dan kebangsawanan, sesuai status pribadinya di masyarakat, menjadikannya seorang lurah yang dicintai dan dihormati warganya.

Kakek buyut si A memberikan keris itu kepada anaknya, kakek si A. Kakek si A saat itu gigih berjuang melawan penjajah Belanda dan Jepang. Ketika keris itu bersamanya, keris itu memberikan tuah karisma wibawa yang membuat kakek si A dihormati kawan-kawannya, dan tuah kesaktian yang menjadikan kakek si A kuat tubuhnya dan penuh semangat pantang menyerah dan tak takut mati. Instingnya tajam bila akan ada serangan dari Belanda atau ada penghianat di lingkungannya. Sekalipun kakek si A pernah tertembak paha 
kakinya, tetapi tubuhnya tetap kuat dan cepat sembuhnya. 
Kakek si A memberikan keris itu kepada bapak si A. Bapak si A berpenghidupan sebagai seorang pemilik toko kelontong. Keris itu memberikan tuah karisma dan perbawa, yang menjadikan dirinya disukai oleh banyak orang dan tokonya selalu dikunjungi orang.

Bapak si A memberikan keris itu kepada si A. Si A hidup sebagai seorang karyawan. Bersama si A keris itu memberikan tuah karisma, menjadikan si A tampak elegan di mata orang lain di sekitarnya. Penampilannya yang elegan membedakannya dengan orang lain di tempatnya bekerja, sehingga atasannya memperhatikannya dan mempunyai rasa hati tertentu kepadanya, lebih daripada kepada teman-teman kerjanya yang lain.

Demikianlah, keris si A, sebuah keris yang sama, dapat memberikan bentuk tuah yang berbeda-beda, tergantung penyesuaiannya dengan karakter pemiliknya,
karena ada perbedaan kehidupan dan karakter kepribadian antara pemilik yang terdahulu dengan pemilik yang kemudian. Keris tersebut masih memberikan sifat tuah karisma dan wibawa kebangsawanan dan terkandung juga kesaktian di dalamnya, tetapi bentuk tuah yang diberikannya kemudian tidak selalu sama karena menyesuaikan dirinya dengan karakter dan kebatinan pemiliknya yang baru.Sebagai catatan tambahan, semua benda-benda gaib yang kegaibannya berasal dari suatu sosok mahluk halus yang berdiam di dalamnya, terutama yang berfungsi untuk penjagaan gaib / keselamatan, kekuatan dan wibawa, kegaibannya dapat juga disugestikan untuk membantu dalam hal lain, misalnya diminta menyembuhkan anggota keluarga yang sedang sakit (sakit biasa maupun sakit karena guna-guna, pelet atau santet), diminta membuatkan pagaran gaib untuk rumah dan orang-orang penghuninya, diminta membersihkan rumah dari keberadaan gaib-gaib negatif, membantu menjaga keteduhan rumah dan ketentraman keluarga, membantu melariskan dagangan, dsb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN BERI MASUKAN UNTUK MENUNJANG KARYA