Social Icons

Blog Keris Pusaka;silakan call/sms ke nomor;087855335960 @ 081235415435

Pages

Selasa, 04 Desember 2012

Tuah Keris-FILOSOFI DASAR

Filosofi Tuah Keris Jawa
  Sesuai Tujuan 
Awal Pembuatannya ,

Secara umum keris-keris dibuat dengan tujuan mendampingi manusia pemiliknya, tuahnya dan kekuatan gaibnya disesuaikan dengan si manusia calon pemiliknya. Keris-keris dibuat tidak ditujukan untuk adu kekuatan gaib atau untuk dijadikan jimat, sehingga kita tidak bisa menilai sebuah keris hanya dari kekuatan gaibnya saja.

Secara umum keris-keris dibuat tidak untuk diutamakan kesaktian gaibnya, tetapi lebih diutamakan fungsinya sebagai pendamping manusia pemiliknya. Tujuan keris dibuat adalah sejalan dengan tujuan diturunkannya wahyu dewa kepada seseorang, sehingga jenis keris yang dibuat dan karakternya akan sesuai dan sejalan dengan manusia pemiliknya dan setelah sosok gaib kerisnya menyatu dengan kebatinan pemiliknya, maka sifat-sifat karakter (dan kesaktiannya) akan menjadi menonjol berlipat-lipat setelah ada penyatuan kebatinan dengan kerisnya.

Sekalipun sebuah keris bertuah untuk kesaktian, wibawa, kekuasaan, kerejekian ataupun keilmuan, sifat-sifat tuahnya itu tidak bisa disamakan dengan benda-benda jimat, karena seharusnya yang sakti itu adalah orangnya, yang berwibawa dan berkuasa, yang bekerja mencari rejeki, yang menekuni ilmu, seharusnya adalah orangnya, sedangkan keberadaan keris adalah bersifat mendampingi, membantu dan menunjang aktivitas si manusia dan membantu meningkatkan sifat-sifat karakter si manusia sesuai sifat tuah kerisnya.

Dengan demikian sifat fungsi dan kejiwaan keris tidak sama dan tidak dapat disamakan dengan benda-benda jimat ataupun benda-benda gaib lain yang hanya diharapkan keampuhannya dalam memberikan tuahnya, dan keberadaan keris juga tidak mengarahkan orang untuk bersikap berhala atau memuja keris.

Sifat kejiwaan keris sama seperti manusia yang memomong dan menjaga anaknya. Bila si manusia peka rasa, bisa mendengarkan bisikan kerisnya yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan dituntun kepada jalan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah kerisnya dan menjauhkannya dari kesulitan. Sifat kejiwaan yang seperti itu tidak kita dapatkan dari benda-benda gaib lain. Umumnya orang-orang jawa jaman dulu peka rasa dan batin, sehingga akan mudah penyatuan kebatinannya dengan keris-kerisnya. Itulah juga sebabnya orang-orang jawa jaman dulu, yang peka rasa, lebih memilih keris daripada benda-benda gaib lain. Jika memerlukan bantuan kegaiban dari kerisnya, orang jaman dulu hanya perlu sambat (curhat) kepada kerisnya, tidak perlu membaca / mewirid amalan gaib seperti keilmuan orang jaman sekarang.

Secara umum tujuan keris dibuat dimaksudkan dengan cara pendampingannya masing-masing keris-keris itu akan memberikan tuahnya kepada si manusia, dan untuk hasil kegaiban yang maksimal dalam pendampingan itu dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin).

Karena itu sebaiknya dipahami, jika kita mempunyai sebuah keris, apapun jenis tuahnya, untuk mendapatkan kegaibannya yang maksimal dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan kita dengan si keris (ada interaksi batin), bukan sekedar rasa memiliki sebuah keris dan jangan menyamakan keris dengan benda-benda jimat yang dinilai hanya dari keampuhannya sebagai jimat keselamatan / keberuntungan.


Tujuan keris dibuat adalah sejalan dengan tujuan diturunkannya wahyu dewa kepada seseorang, sehingga jenis keris yang dibuat dan karakternya (dan tuahnya) akan sesuai dan sejalan dengan karakter kepribadian dan kehidupan manusia pemiliknya.

Sesuai tujuan awal pembuatan keris yang
sejalan dengan tujuan diturunkannya wahyu dewa kepada seseorang, tuah pokok keris dibagi dalam 4 kelompok besar, yaitu untuk menunjang kehidupan manusia dalam bidang :
  1.  Kesaktian / Keksatriaan.
  2.  Wibawa Kekuasaan.
  3.  Kerejekian.
  4.  Kesepuhan.

         1.  Kesaktian / Keksatriaan.



Contoh keris lurus jaman Kediri bertuah kesaktian / keksatriaan.



Sebagian besar keris pada awalnya dibuat untuk tujuan kesaktian (ksatriaan).
Keris menjadi senjata tarung, artinya keris memang digunakan sebagai senjata tusuk dan sabet untuk bertarung, berkelahi, dan kekuatan gaibnya berfungsi untuk menembus kekebalan atau perisai gaib lawannya. Biasanya jika benar-benar sedang digunakan bertarung / berkelahi, kegaibannya juga akan menambah keberanian, semangat tempur, kecepatan gerak dan kekuatan badan untuk berkelahi dan menambah kekuatan keilmuan kesaktian manusia pemiliknya.


Pengertian keksatriaan adalah bahwa kesaktian seseorang hanya ditujukan (idealnya) untuk menegakkan kebenaran dan keadilan dan untuk menolong orang-orang yang tertindas, bukan untuk kejayaan pribadi dengan berlaku zalim dan menindas orang lain. Sebagian besar keris ditujukan untuk menunjang kekesatriaan itu. Itu juga sebabnya orang-orang yang bergerak dalam dunia
kejahatan, yang menjadi penyamun, perampok, dsb, orang-orang golongan hitam, biasanya akan menggunakan jenis senjata lain, bukan keris.Selain sebagai senjata yang digunakan dalam penggunaan kesaktian seseorang, tuah kesaktian keris dimaksudkan untuk menyatu dengan kekuatan kebatinan pemakainya, yaitu sinergi perpaduan kesaktian gaib keris dengan kebatinan pemakainya, kegaiban keris akan mengikuti sugesti pemakainya, sehingga kekuatan kesaktian (kebatinan dan kanuragan) orang tersebut akan menjadi bertambah berlipat-lipat, karena selain kekuatan kesaktian yang berasal dari dirinya sendiri, ada kekuatan lain yang merangkap kekuatan kesaktiannya dan juga melindunginya dari serangan gaib dan ilmu gaib lawan.
Secara umum keris-keris dibuat dengan tujuan mendampingi manusia pemiliknya, tuahnya dan karakter gaibnya (termasuk kekuatan gaibnya) disesuaikan dengan si manusia calon pemiliknya.

Keris-keris dengan tuah kesaktian / keksatriaan, awalnya dibuat untuk tujuan mendampingi pemiliknya yang aktif dalam dunia keksatriaan. Kegaiban kerisnya akan menyatu dengan kebatinan orang tersebut. Keris-keris jenis ini ada yang berkekuatan tinggi, ada juga yang biasa saja. Tetapi sekalipun kekuatan / kesaktian gaibnya rendah, setelah sosok gaibnya menyatu dengan manusia pemiliknya, akan menjadikan kesaktian dan keilmuan kebatinan manusia itu menjadi meningkat berlipat-lipat dan sosok gaib keris itu akan mengikuti sugesti kebatinan pemiliknya, walaupun kerisnya tidak dikeluarkan dari sarungnya. Untuk kegaiban yang maksimal dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin). Karena itu, jika keris jenis ini dimiliki oleh orang-orang yang tidak menekuni kebatinan dan tidak aktif dalam keksatriaan, biasanya sosok gaib kerisnya akan pasif, hanya akan diam saja menunggu untuk diperintah secara khusus.

Kekuatan dan kesaktian gaib keris berbeda-beda. Banyak yang kekuatannya biasa saja, tetapi banyak juga yang memiliki kesaktian tinggi. Walaupun sebuah keris memiliki kekuatan gaib yang biasa saja, tetapi tetap jauh lebih tinggi kekuatannya dibandingkan kesaktian jimat-jimat yang biasa dipakai untuk kekebalan, seperti mustika wesi kuning, rante babi, mustika merah delima ataupun jimat rajahan / isian.

Khusus untuk keris kesaktian, kegaibannya memang ditujukan untuk menambah kekuatan gaib dan kesaktian si pemakainya dan untuk mengalahkan kesaktian gaib lawannya (perisai gaib dan kekebalan lawan dan kesaktian dari jimat-jimat yang dipakai oleh lawan). Setelah oleh kegaiban keris itu ilmu lawan dilumpuhkan (termasuk ilmu kebalnya), maka fisik keris itu kemudian menjadi senjata untuk menusuk atau merobek badan lawan. Maka berhati-hatilah bila anda ingin menguji kekebalan dengan menggunakan keris bertuah kesaktian, karena selain keris itu dapat melunturkan ilmu kebal anda, melukai anda, warangan-nya dapat meracuni anda bila anda terluka oleh keris (baca juga tulisan berjudul : Kesaktian Mahluk Halus).

Pengaruh keris bertuah kesaktian yang paling dasar dirasakan oleh seseorang adalah adanya suatu aura / energi gaib yang menyebabkan seseorang merasakan tubuhnya lebih kuat dan bersemangat dan lebih berani / percaya diri. Ketika berkelahi kekuatan pukulannya bertambah (dan pukulannya mengandung kekuatan gaib) dan tubuhnya akan lebih tahan menerima pukulan (tidak begitu merasakan sakit ketika dipukul / terluka) dan tidak cepat lelah.
Yang kedua, ketika keris ini sedang digunakan bertarung, kegaibannya akan menyingkirkan pengaruh gaib yang menghalangi kesaktian si pemilik keris (melunturkan perisai gaib dan ilmu kebal lawannya).
Yang ketiga, jika manusia pemiliknya juga menekuni suatu jenis keilmuan kesaktian, kegaiban keris itu akan menambah kekuatan keilmuannya dan akan aktif mengalirkan ide dan ilham ( / wangsit)  untuk membantunya memperdalam / mengembangkan keilmuannya dan akan aktif memberikan peringatan rasa firasat bila akan ada bahaya, menjadikan instingnya tajam dan menjadikannya tidak mudah tertipu.

Kebanyakan pembuatan keris bertuah kesaktian ditujukan untuk para prajurit, senopati, panglima perang dan pemimpin perang lainnya dan untuk para pesilat dan ksatria dalam dunia persilatan.

Contoh keris yang terkenal memberikan tuah jenis ini adalah keris Sengkelat dan keris Sabuk Inten, dan keris-keris berdapur sengkelat dan sabuk inten. Keris-keris ber-luk 1 dan 3 awal pembuatannya juga ditujukan untuk menunjang kesaktian pemakainya.

         2.  
Wibawa Kekuasaan



Contoh keris Pulanggeni luk 5,
bertuah kesaktian dan wibawa
kekuasaan.



Keris-keris yang tuahnya menunjang wibawa kekuasaan, saat pembuatannya ditujukan untuk raja dan keluarga raja, para bangsawan, pembesar-pembesar kerajaan, dan untuk para penguasa / kepala daerah dari adipati, bupati sampai lurah. Keris-keris jenis ini diperuntukkan untuk orang-orang yang memegang jabatan kepemimpinan di pemerintahan dan untuk para bangsawan kerajaan, bukan untuk rakyat umum.


Keris-keris yang dalam pembuatannya ditujukan untuk menjadi pusaka perbendaharaan kerajaan / kadipaten / kabupaten, biasanya bukan hanya dominan menunjang kekuasaan dan wibawa saja, tetapi juga memberikan tuah yang lengkap untuk kesaktian dan wibawa kekuasaan. Keris yang memberikan satu kesatuan tuah, yaitu tuah untuk kesaktian dan wibawa kekuasaan, merupakan satu rangkaian tuah yang lengkap yang diberikan oleh sebuah keris. 

K
eris
bertuah wibawa kekuasaan dikhususkan untuk menaikkan derajat si pemilik keris hingga dapat mencapai pangkat / derajat yang tinggi, menaikkan wibawanya di mata orang lain dan mengamankan kekuasaan dan wibawa si pemilik dari gangguan manusia lain atau gangguan secara gaib.


Walaupun tuah jenis keris ini adalah untuk menunjang wibawa kekuasaan, terkandung juga di dalamnya tuah untuk kesaktian, tetapi keris-keris yang bertuah kesaktian tidak selalu memberikan tuah untuk wibawa dan kekuasaan.


Pengertian tuah kewibawaan bagi seseorang adalah adanya suatu aura / energi gaib yang menyebabkan orang-orang di sekitarnya hormat kepadanya, menyebabkannya dihormati / disegani oleh orang-orang di sekitarnya atau oleh orang-orang yang bertemu dengannya. Tuah ini juga menyebabkan orang lain takut untuk sengaja berbuat salah kepadanya, tidak akan menyepelekannya, dan menjauhkannya dari fitnah dan pelecehan yang bisa menjatuhkan martabatnya. Tuah ini juga membuat keberadaan seseorang sangat disegani / dihormati, sehingga ucapan-ucapannya tidak akan dibantah oleh orang lain dan permintaan atau perintahnya kepada orang lain akan dituruti.

Gabungan dari sifat tuah kekuasaan dan wibawa berguna untuk menundukkan lawan bicara, sehingga pembicaraan si pemilik keris tidak akan dibantah oleh orang yang mendengarkannya dan permintaan atau perintahnya kepada orang lain akan dituruti. Jika terlibat dalam suatu masalah, tuah kekuasaan dan wibawa ini juga akan membungkam mulut lawan bicara si pemilik keris  (membuat lawan bicara berat / takut untuk berbicara atau membuatnya menjadi lupa atas apa yang akan diucapkannya).

Dalam pengaruh kekuatan yang ekstrim, tuah ini sampai menyebabkan kehadiran seseorang ditakuti oleh orang lain di sekitarnya.

Umumnya jenis-jenis keris ini juga akan aktif memberikan rasa firasat bila akan ada kejadian yang tidak mengenakkan, atau bila ada ancaman musuh di dalam selimut, atau bila ada orang-orang yang berniat menjatuhkan wibawanya, sehingga sang pemilik keris menjadi tajam instingnya dan dapat melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan untuk menangkalnya.

Keris-keris bertuah wibawa kekuasaan tidak cocok untuk dimiliki oleh karyawan atau pegawai tingkat rendah, karena keris ini memberikan aura yang membuat si pemilik keris menjadi disegani dan dijauhi oleh orang-orang di sekitarnya (akan terlihat sombong, wibawanya tidak sesuai dengan derajatnya). Keris yang cocok untuk mereka adalah yang memberikan tuah kerejekian, supaya aura keris itu membuatnya dikasihi oleh orang-orang di sekitarnya dan atasannya juga sayang kepadanya, dan akan memberikan pencerahan dalam pemecahan masalah, sehingga urusan rejeki dan pekerjaannya dapat membaik.

Keris bertuah wibawa kekuasaan juga tidak cocok untuk dimiliki oleh pedagang dan petani. Bagaimana seorang pedagang akan laku jualannya kalau dia dan tempat berdagangnya disegani / dijauhi orang. Yang dibutuhkannya adalah keris yang bertuah kerejekian, terutama pengasihan dan penglarisan. Petani dan peternak juga tidak cocok dengan jenis keris bertuah wibawa kekuasaan, karena jenis keris ini akan membawakannya aura panas yang tidak cocok untuk kesuburan tanaman dan ternak.

Keris-keris bertuah wibawa kekuasaan lebih cocok untuk dimiliki oleh seorang kepala pemerintahan, baik pusat maupun daerah, dan pejabat tinggi di lingkungan pemerintahan atau perusahaan, atau perwira kepolisian / ketentaraan.
Contoh keris yang bertuah untuk wibawa kekuasaan yang terkenal adalah keris-keris Nagasasra dan Sabuk Inten (sepasang keris), keris Singa Barong, keris-keris yang dibuat untuk menjadi lambang kebesaran sebuah kerajaan / kadipaten / kabupaten, keris-keris ber-luk 5 atau keris keningratan lainnya. 
Keris-keris berdapur nagasasra atau berdapur naga biasanya juga memberikan tuah
kekuasaan / wibawa.











Contoh tombak bertuah kesaktian dan wibawa kekuasaan.





         3.  
Kerejekian.

Keris-keris yang bertuah untuk kerejekian memberikan pengaruh berupa semangat psikologis untuk bekerja, mencerahkan pikiran si pemilik dalam pemecahan masalah yang dihadapi dan melancarkan segala urusannya yang berhubungan dengan usahanya.

Keris-keris bertuah kerejekian biasanya cocok untuk semua orang, tetapi akan lebih bermanfaat bagi orang-orang yang mempunyai bidang usaha sendiri, yang mempunyai tempat usaha sendiri, dan yang bersemangat untuk mengembangkan usahanya, memberinya semangat psikologis untuk bekerja, mengalirkan ide dan ilham untuk pengembangan usaha, memberikan aura yang baik untuk perkembangan peternakan dan kesuburan pertanian, sehingga dapat mengantarkan seseorang menjadi makmur sejahtera dan berkelimpahan. Untuk kegaiban yang maksimal dibutuhkan adanya penyatuan kebatinan si manusia dengan kerisnya (ada interaksi batin). Bila si manusia pemiliknya peka rasa, bisa mendengarkan bisikan kerisnya yang berupa ide dan ilham dan firasat (dan mimpi), maka orang itu akan dituntun kepada jalan yang mengantarkannya sukses sesuai jenis tuah kerisnya dan menjauhkannya dari kesulitan.

Pengaruh tuah kerejekian yang kuat bisa sampai menyebabkan orang-orang di sekitarnya (para bawahan) ikut bersemangat untuk bekerja bersamanya, menaruh kepercayaan yang besar kepadanya untuk meminpin usaha, karirnya meningkat tinggi, peternakan berkembang pesat, pertanian panen berlimpah.

Dalam pengaruh kekuatan yang ekstrim, tuah ini sampai menyebabkan sesama pengusaha / rekanan menaruh kepercayaan yang besar kepadanya, senang berbisnis dengannya, senang berinvestasi pada usahanya, senang memberikan pinjaman / kredit usaha kepadanya, dan mau menyerahkan kepercayaan kepadanya untuk menjalankan usaha / proyek-proyek mereka.

Tuah keris untuk kerejekian, terkandung juga di dalamnya tuah untuk ketenangan hati dan pikiran, pengasihan, kesehatan dan ketentraman keluarga. Ini juga merupakan satu rangkaian tuah yang lengkap yang diberikan oleh sebuah keris.

Pada awal mulanya, keberadaan keris-keris jenis ini adalah pesanan khusus dari orang-orang kaya tuan tanah dan saudagar kaya di tanah jawa untuk tuah kejayaan ekonomi. Namun kemudian yang lebih banyak dibuat adalah keris-keris yang untuk rakyat umum.

Contoh keris-keris jenis ini secara kasat mata adalah keris yang berpamor banyu mili, melati rinonce, pendharingan kebak, udan mas dan keris-keris yang memiliki lubang memanjang di badan kerisnya (keris combong).

Keris lurus untuk kerejekian, biasanya memberikan satu rangkaian tuah yang lengkap untuk kerejekian.

Semua keris, apapun jenis tuahnya, mengandung unsur kesaktian dan kekuatan gaib di dalamnya. Walaupun tuah utamanya adalah untuk kerejekian, ketika sedang digunakan untuk berkelahi, keris itu akan berfungsi sebagai keris kesaktian, dan dapat juga dimintai bantuannya untuk memberikan pagaran gaib atau perlindungan gaib untuk si pemilik keris dan keluarganya. Walaupun tuahnya untuk kerejekian, tetapi biasanya kekuatan gaib kerisnya jauh di atas jimat-jimat kebal yang biasa dipakai orang, seperti mustika wesi kuning, rante babi, merah delima, ataupun jimat-jimat kebal isian.


         4.  Kesepuhan.













Contoh keris bertuah kesaktian, keilmuan
dan kesepuhan.




Selain 3 jenis tuah tersebut di atas, masih ada
jenis keris yang memberikan tuah jenis lain, walaupun jumlahnya tidak banyak, yaitu yang tuahnya mengenai kesepuhan.


Jenis keris ini akan memberikan pengaruh berupa ketenangan hati, pikiran dan batin, membuka pikiran si pemilik dalam pemecahan masalah, membantu memberikan ide-ide dan ilham (atau wangsit), kesehatan dan ketentraman keluarga dan melancarkan segala urusannya yang berhubungan dengan hubungan sosial di masyarakat. Sisi gaib keris ini juga akan mendampingi pemiliknya dalam menekuni keilmuan kesepuhan (kebatinan) dan kerohanian dan mendampinginya menjalani dimensi keilmuan yang tinggi.

Kewibawaan yang dipancarkan oleh jenis keris ini berbeda dengan keris yang bertuah kewibawaan seperti dicontohkan di atas, karena kewibawaan keris ini adalah seperti kewibawaan dan karisma seorang tua yang disegani orang (kesepuhan), lebih mengarah pada perbawa dan wibawa seorang tua pengayom.

Keris-keris jenis ini lebih cocok dimiliki oleh orang-orang yang bergerak di bidang kerohanian, spiritual, ajar-mengajar keilmuan, guru silat, panembahan dan orang-orang yang sudah mandito ( / pensiun).

Umumnya tujuan pembuatan keris-keris jenis ini adalah untuk menjadi milik pribadi sang empu keris, untuk seorang panembahan (atau yang bergerak di bidang keilmuan atau kerohanian), atau untuk seorang raja atau keluarga raja yang sudah mandito (meninggalkan keduniawian) dan untuk tokoh-tokoh / sesepuh masyarakat. Banyak keris ber-luk 7 dan 9 memberikan tuah jenis ini.

Contoh dari keris-keris jenis ini yang umum adalah keris-keris berdapur banyak angrem, gunungan dan yang berdapur semaran. Keris-keris berdapur semaran yang dimaksud disini adalah keris-keris jawa yang modelnya (dapur kerisnya) seperti gambar semar, bukan keris-keris semar kecil yang bisa dimasukan ke dalam dompet.

Keris-keris milik pribadi seorang empu keris, panembahan dan spiritualis atau yang bergerak di bidang kerohanian, biasanya bentuknya lebih kecil, tipis, dan sederhana dan dikenakan di pinggang depan, berbeda dengan keris-keris jenis lain yang bentuknya lebih besar dan panjang dan dikenakan di belakang pinggang. Modelnya (dapur kerisnya) juga seringkali berbeda dengan keris kebanyakan.

Penulis pernah menemukan satu keris jenis ini di daerah Jombang - Kediri. Bentuknya agak kecil dan tipis dan logamnya berwarna kuning (kuningan?).  Banyak orang yang menyepelekan keris itu karena bahannya kuningan, bentuknya sederhana dan tidak memancarkan hawa angker seperti keris-keris lain. Namun Penulis dapat merasakan bahwa keris itu memiliki kekuatan gaib yang sangat tinggi, aura gaibnya teduh dan memancarkan aura kesepuhan. Sayang sekali pemiliknya tidak rela melepaskannya walaupun diganti dengan harga yang tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN BERI MASUKAN UNTUK MENUNJANG KARYA