Social Icons

Blog Keris Pusaka;silakan call/sms ke nomor;087855335960 @ 081235415435

Pages

Kamis, 29 November 2012

DAPU KERIS LURUS PART, 1

Dapur Keris Lurus (Bag. I)
Betok
Bentuknya sangat sederhana. Bilah keris berdapur Betok lebih lebar bila dibandingkan dengan bilah keris pada umumnya. Ukuran panjang bilahnya, juga tidak sepanjang bilah keris dapur lain, hanya kira-kira separo atau tiga perempat panjang keris yang normal.Gandik-nya polos, berukuran agak panjang. Pejetan-nya luas dan dangkal. Selain itu tidak ada ricikan lainnya.
Keris ber-dapur Betok, biasanya merupakan keris tua. Bahkan ada keris dapur Betok yang berasal dari zaman Kubudan. Sebagian pecinta keris mengatakan bahwa keris ini baik dimiliki oleh mereka yang memiliki sifat agresif dan sering nekad, karena dianggap dapat meredam sifat yang kurang baik itu.
Keris dapur Betok juga ada yang tergolong keris Buda, selain Jalak Buda. Oleh para pecinta keris, Betok Buda juga sering digunakan sebagai keris tindih.
Keris Betok adalah penamaan umum bagi keris yang bilahnya pendek dan lebar. Oleh karena itu mereka membagi keris Betok menjadi beberapa macam, diantaranya Betok Jalak dan Betok Brojol.
Brojol
Ada dua versi bentuk dapur Brojol. Pertama, panjang bilahnya hanya sekitar 15-19 cm, bilahnya tipis, rata dan biasanya merupakan keris kuno. Pejetan yang ada di bagian pangkal bilah hanya samar-samar saja. Gandiknya polos dan tipis.
Kadang-kadang memakai ganja iras. Kadang-kadang pula pada bilahnya ada lekukan-lekukan dangkal, seolah lekukan itu bekas pijitan jari tangan.
Keris Brojol sering disalahkaprahkan dengan sebutan keris dapur Sombro. Padahal Sombro adalah nama empu wanita dari zaman Pajajaran. Kebetulan keris dapur Brojol ini memang sama bentuknya dengan keris-keris buatan Nyi Sombro.
Jenis yang kedua, ukuran panjang bilahnya sama dengan keris biasa, sekitar 30 sampai 35 cm. Gandik-nya polos, pakai pejetan. Keris ini tanpa tanpa tikel alis dan tanpa ricikan lainnya.
Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris dapur Brojol ada yang memiliki tuah dapat memperlancar persalinan.
Tilam Upih
Ukuran bilahnya tipis karena keris itu tidak memakai ada-ada maupun gusen. Gandik-nya polos, memakai tikel alis dan pejetan, tanpa ricikan lain. Dapur keris ini paling banyak dijumpai pada keris-keris buatan Pulau Jawa. Di daerah lain ada yang menyebutnya Tilam Petak atau Tilam Putih.
Di Keraton Yogyakarta paling sedikit ada tiga keris pusaka yang ber-dapur Tilam Upih, yaitu Kyai Kanjeng Pulanggeni, Kanjeng Kyai Sirap dan Kanjeng Kyai Sri Sadono.
Panji Anom
Panji Anom  disebut juga Panji Nom atau  Pani Anem. Bilah keris itu mempunyai ukuran panjang yang sedang, bentuknya terkesan agak membungkuk. Permukaan bilahnya nggigir sapi.
Keris berdapur Panji Anom begandik polos, memakai ada-ada, gusen, tikel alis dan sogokan rangkap. Selain itu juga memakai sraweyan dan greneng.
Jaga Upa
Orang terkadang salah menyebut dengan Jaka Upa . Ukuran bilahnya normal, seperti Tilam Upih, tidak memakai ada-ada. Permukaan bilahnya rata. Gandik-nya polos, sogokan-nya dua tapi sangat pendek, tanpa greneng atau ri pandan.
Sogokan sangat pendek ini sering disebut sogokan ngujung gunung. Keris dengan dapur seperti ini langka dan biasanya adalah keris tangguh tua.
Semar Betak
Disebut juga Semar Getak atau Semar Petak. Bilahnya pendek, lebar, tipis dan rata. Bagian sor-soran-nya agak tebal, gandik-nya diukir dengan bentuk kepala gajah dan di bawah kepala gajah ada lubangnya. Dapur keris Semar Betak tergolong langka dan biasanya berpamor sederhana.
Sumber lain menyebutkan bahwa keris dapur Semar Betak berbilah lurus, pendek, lebar dan rata. Gandik-nya tebal, polos dan agak panjang. Di atas gandik ada kembang kacang kecil dengan posisi terbalik, tanpa jalen. Pada gandiknya biasanya diberi hiasan sinarasah (yang tangguh tua tidak di-sinarasah).
Meskipun keris dapur Semar Betak bukan jenis dapur yang tergolong tua, karena ada kata ‘Semar’ pada namanya, banyak orang yang menghargainya secara khusus. Bahkan ada juga yang menganggapnya sebagai keris tindih.
Regol
Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus. Ukuran panjang bilahnya sedang. Biasanya, permukaan bilahnya nglimpa dan agak tebal, karena keris ini tidak memakai ada-ada. Tanda keris dapur Regol yang paling khas adalah gandik-nya ada dua, di depan dan di belakang. Bentuk gajanya khas.
Biasanya, kedudukan bilah keris dapur Regol  tidak begitu condong, melainkan tegak. Keris ini terbilang langka, jarang ditemui bahkan juga pada keris-keris tangguh tua.
Karna Tinanding
Salah satu bentuk dapur keris lurus yang cukup populer. Panjang bilahnya berukuran sedang. Bentuk keris berdapur Karna Tinanding ini ada tiga macam.
Pertama bilah keris itu simetris, memakai sogokan rangkap, sraweyan dan walidang serta greneng di depan dan belakang.
Tetapi ada pula yang menyebutkan bahwa keris ber-dapur karna Tinanding tidak memakai greneng melainkan kembang kacang dan satu lambe gajah di gandik depan dan belakang; di tengah sor-soran ada sogokan rangkap. Bilahnya memakai ada-ada dan gusen. Keris dapur Karna Tinanding sering pula disebut dengan nama dapur Karna Tanding.
Ciri Karna Tinanding yang ketiga adalah Bilah simetris dan memakai ada-ada. Kembang kacang , tikel alis dan lambe gajah dua, di depan dan belakang,pejetan dua tanpa sogokan.
Dalam masyarakat perkerisan, ketiga versi ini semuanya diakui sebagai keris dapur Karna Tanding.
Kebo Teki
Disebut juga Mahesa Teki. Panjang keris berdapur Kebo Teki ini normal. Bilahnya pipih, agak lebar dibandingkan dengan keris lainnya. Ricikan yang terdapat pada keris ini adalah : gandik-nya panjang sekitar 2 sampai 2,5 kali panjang gandik normal dan memakai tikel alis dan Pejetannya dangkal .
Pasa zaman dulu, keris berdapur Mahesa Teki banyak dimiliki oleh para petani dan pedagang hasil bumi, karena mereka percaya bahwa Mahesa Teki membawa keberuntungan bagi petani dan pedagang hasil bumi.
Angsar keris dapur Mahesa Teki dapat menangkal hama tanaman dan menyuburkan tanah. Bahkan sampai sekarang kepercayaan semacam itu masih ada diantara peminat keris.
Kebo Lajer
Disebut juga Mahesa Lajer adalah salah satu dapur keris yang popular di Pulau Jawa, terutama di kalangan masyarakat di daerah pertanian.Sebagian pecinta keris percaya bahwa keris berdapur Kebo Lajer mempunyai tuah yang dapat membantu penghidupan para petani. Tuah keris itu antara lain menyuburkan tanaman, sehingga panennya berhasil; menolak hama tanaman; menolak wabah penyakit ternak. Ternaknya bisa diharapkan berkembang biak dengan cepat.
Selain itu ada juga sebagian keris dapur Kebo Lajer yang konon dapat menolak wabah penyakit. Karena kepercayaan akan tuah Kebo Lajer ini. Pada zaman dulu keris ini juga dimiliki oleh para pengreh praja, semisal lurah, wedana, atau bupati, karena percaya bahwa tuan keris dapur Kebo Lajer itu dapat melindungi daerah kekuasaannya dari serangan hama tanaman dan wabah penyakit ternak.
Kebo Lajer berbilah lurus, tipis, permukaan rata tanpa ada-ada. Ukuran panjang dan lebar bilahnya sedang. Bentuk buah keris ini anggodong pohung.Gandik-nya polos,panjangnya kira-kira dua kali ukuran gandik yang normal.
Sempaner
Dapur keris ini ada yang menyebut dengan nama Sepaner, Sempana Bener atau Supana Bener. Ukuran panjang bilah keris ini sedang dan biasanya permukaannya nglimpa.
Sebagian pecinta budaya keris menganggap tuah keris dapur Sempana Bener atau Sempaner ini baik untuk orang yang masih aktif bekerja, terutama bekerja untuk raja atau kerajaan. “Sae kagem ngabdi”, kata orang Jawa.
Ricikan Sempaner adalah sebagai berikut : Kembang kacang, tikel alis, tanpa lambe gajah (tetapi ada yang memakai lambe gajah satu) dan ri pandan.
Jamang Murub
Ukuran panjang bilahnya sedang. Bentuk keris ini agak khas, karena gandik-nya yang polos lebih miring dibandingkan dengan gandik keris lain. Kemiringannya hampir 45 derajat.
Selain itu, keris ber-dapur Jambang Murub menggunakan blumbangan, sogokan rangkap tapi ukurannya pendek. Keris berdapur Jambang Murub juga memakai lis-lisan serta gusen. Ada-adanya cukuo jelas, sehingga permukaan bilahnya nggigir lembu. Jamang Murub tergolong dapur keris langka.
Patrem
Sebagian pecinta keris menganggap keris ini sebagai keris khusus wanita.Panjangnya hanya sekitar sejengkal dan biilahnya agak nglimpa. Ricikan-nya hanya sedikit; gandik-nya polos, memakai tikel alis dan sebuah tingil. Ada pula patrem yang menyerupai pedang Suduk Maru; ada yang mirip keris Dapur Brojol, tetapi secara umum berukuran kecil dan pendek, dan bisa diduga pembuatannya khusus untuk para wanita.
Sinom
Panjang bilahnya sedang. Di tengah bilah ada ada-ada dan permukaan bilahnya biasanya nggiggir sapi. Keris ini tergolong populer. Keris ini memakai kembang kacang, sogokan rangkap, lambe gajah-nya hanya satu. Memakai  pejetan, sraweyan dan ri pandan.
Condong Campur
Condong Campur adalah salah satu bentuk dapur keris. Bilahnya lurus, ukuran panjangnya sedang. Permukaan bilahnya nglimpa, tanpa ada-ada.
Keris ini memakai  ricikan sebagai berikut : ada kembang kacang,lambe gajah-nya hanya satu, sogokan-nya satu, yakni sogokan depan. Sogokan ini panjang, sampai ke ujung bilah. Bilahnya memakai gusen dan lis-lisan. Keris ber-dapur Condong Campur mudah dikenali karena sogokan-nya yang sangat panjang itu.

Kala Misani

Merupakan salah satu bentuk dapur keris lurus dengan kelengkapan ricikan sebagai berikut; kembang kacang, lambe gajah dua, tikel alis, gusen, kruwingan dan greneng. Biasanya bilahnya memakai ada-ada.
Dalam pewayangan ada juga keris Kala Misani, yakni keris milik Gatotkaca, tetapi keris itu tidak ada hubungannya dengan dunia pakerisan yang kita kenal.
Pasopati
Pasopati adalah salah satu bentuk dapur keris lurus yang cukup popular. Ukuran panjang bilahnya sedang,  agak tebal karena keris ini memakai ada-ada; permukaan bilahnya nggigir sapi. Kontur bilahnya biasanya menampilkan kesan ramping. Ricikan yang terdapat pada keris dapur Pasopati adalah memakai kembang kacang pogok, lambe gajah-nya hanya satu; sogokan-nya dua berukuran normal dan ri pandan. Kadang-kadang ada juga Pasopati  yang memakai gusen dan lis-lisan.
Dalam dunia pewayangan diceritakan bahwa salah satu senjata pusaka milik Arjuna adalah Pasopati, nama dapur keris ini pun menjadi terkenal. Sebenarnya,Pasopati yang ada di pewayangan bukan berupa keris melainkan panah dapur Wulan Tumanggal. Tidak ada kaitan antara panah Pasopati Arjuna dan keris dapur Pasopati, hanya karena ada kesamaan nama saja.
Beberapa keris pusaka milik Keraton Kasultanan Yogyakarta ber-dapur Pasopati. Diantaranya adalah Kanjeng Kyai Lindri dan Kanjeng Kyai Naga.
Mendarang
Disebut juga Mundarang,  bilahnya berukuran sedang. Keris itu memakai kembang kacang, lambe gajah-nya hanya satu, sogokan-nya rangkap, sraweyan dan greneng lengkap. Mundarang tergolong dapur keris yang agak langka.
Yuyu Rumpung
Dalam kepustakaan lama, tercatat ada dua versi mengenai bentuk keris dapur Yuyu Rumpung ini.
Pertama bilahnya berukuran sedang, gandiknya panjang dan di atas gandik ada kembang kacang berukuran kecil.  Bentuk keris seperti ini,menurut sebagian pecinta keris dinamakan dapur Mahesa Teki atau Kebo Teki.

Ragam yang kedua cirri-cirinya, gandiknya berada di belakang, panjang, bilah agak membungkuk, ganjanya kelap lintah.
Menurut sebagian pecintanya, keris ber dapur Yuyu Rumpung ini biasanya dimiliki oleh para petani, karena mereka beranggapan bahwa keris itu mempunyai tuah yang dapat membantu menangkal serangan hama dan menyuburkan tanaman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN BERI MASUKAN UNTUK MENUNJANG KARYA