Social Icons

Blog Keris Pusaka;silakan call/sms ke nomor;087855335960 @ 081235415435

Pages

Rabu, 28 November 2012

RICIKAN KERIS

Ricikan Keris
Ricikan adalah bagian-bagian atau komponen keris, tombak atau pedang yang masing-masing mempunyai nama. Lengkap atau tidaknya ricikan keris, ikut menentukan nama dapur sebilah keris atau tombak.

Secara garis besar, sebilah keris dapat dibagi atas tiga bagian, yakni bagian wilahan atau bilah, bagian ganja dan bagian pesi. Bagian wilahan dibagi menjadi tiga, yaitu bagian pucukan atau yang paling atas, awak-awak atau tengah dan sor-soran atau pangkal. Pada bagian sor-soran inilah paling banyak terdapat ricikannya.

Nama-nama ricikan keris adalah sebagai berikut :

  • Pesi : bagian ujung bawah dari sebilah keris, yang merupakan tangkai keris. Bagian ini lah yang masuk ke dalam hulu (pegangan atau deder atau ukiran). Di daerah lain, pesi memiliki istilah atau sebutan lain yaitu paksi (Jawa Timur), Putting atau Putiang (Riau), Punting (Serawak, Sabah,Brunei dan Malaysia, oting atau onting (Sulawesi Selatan dan Tenggara)
  • Ganja : Bagian bawah dari sebilah keris, seolah-olah merupakanalas atau dasar dari bilah keris itu. Pada tengah Ganja, ada lubang untuk memasukkan bagian pesi.
  • Bungkul  atau bonggol atau genukan : Tonjolan di bagian paling bawah dari pangkal keris, tepat di tengah bilah. Bentuknya serupa dengan irisan bawang. Bungkul bersinggungan langsung dengan bagian waduk atau weteng dari ganja.
  • Blumbangan atau Pejetan : bagian keris yang berupa cekungan atau lekukan yang terdapat di bagoan sor-soran. Letaknya di pangkal bilah keris yaitu diantara gandik dan bungkul.
  • Sraweyan atau srewehan : merupakan permukaan melandai cekung, di belakang bagian sogokan belakang sampai dekat greneng. Akhir ujug tas sraweyan tidak jelas, secara perlahan rata dengan permukaan bilah.
  • Gandik : Bagian ‘raut muka’ dari sebilah keris. Letaknya tepat di atas sirah cecek. Bagian gandik hampir selalu ada di bagian depan keris.
  • Jalu memet : Bentuknya menyerupai tonjolan runcing, kecil pada bagian paling bawah dari gandik, berdekatan dengan ganja keris. Di atas bagian jalu memet ini hampir selalu ada lambe gajah.
  • Lambe gajah atau lambe liman : Biasanya terdapat di bagian atas jalu memet. Lambe gajah ada biasanya ada dua atau hanya satu.
  • Kembang Kacang atau tlale gajah : Disebut juga sekar kacang yaitu bagian yang betuknya mirip dengan kembang kacang atau belalai gajah. Kembang kacang atau tetale gajah selalu menempel pada bagian atas dari bagian gandik, pada bagian sor-soran.
  • Jenggot atau Janggut : bentuknya berupatonjolan runcing yang terletak di ‘dahi’ kembang kacang. Bentuk tonjolannya mirip dengan bentuk ronda dan  ri pandan.
  • Tikel alis atau wideng : Bagian keris yang berupa alur dangkal, melengkung seperti alis. Alur dangkal ini dimulai dari atas gandik membelok ke atas ,sepanjang lebih kurang 35 cm. Tidak semua keris memakai tikel alis. Karenanya tikel alis terkadang menjadi tangan untuk membedakan dapur keris.
  • Jalen : bagian keris yang berbentuk tonjolan runcing, seperti duri, hanya satu buah,letaknya persis di ‘ketiak’ kembang kacang. Berdasarkan bentuknya jalen terbagi menjadi dua macam, yaitu miji puh yang berisi atau montok, dan yang aking, yaitu yang kurus.
  • Sogokan depan : Bagian keris yang terdapat pada sor-soran. Sogokan depan ada yang merupakan bagian dari sogokan rangkap dan ada pula yang berdiri sendiri. Yang merupakan bagian dari sogokan rangkap selalu didampingi oleh sogokan belakang, sedangkan yang berdiri sendiri merupakan sogokan yang ikut menentukan nama dapur sebuah keris.
  • Lis-lisan atau elis : Merupakan garis batas sepanjang tepi bilah keris, sejak dari atas kembang kacang, ke ujung bilah, terus ke bawah lagi sampai ke dekat greneng.
  • Gusen : daerah sempit sepanjang tepi bilah keris atau tombak. Daerah sepit ini dibatasi oleh tepi bilah yang tajam dengan garis lis-lisan atau tepen. Dengan demikian, keris yang tidak memakai lis-lisan, tidak aka nada gusennya.
  • Dada : Ricikan ini hanya terdapat pada keris-keris yang memakai luk, yaitu bagian depan tepi bilah pada luk yang pertama, yaitu bagian yang melengkung cembung di atas gandik.
  • Ucu-ucu ngandap : bagian yang melengkung cembung di atas gandik. Yang berseberangan bagian ucu-ucu adalah bagian tengkel, yaitu tepi bilah bagian belakang di atas luk yang pertama. Ucu-ucu ngandap terletak di bagian sor-soran keris luk.
  • Gandu : Bagian tepi bilah bagian belakang pada luk yang pertama.
  • Tengkel : tepi bilah bagian belakang di atas luk yang pertama.
  • Kruwingan atau Plunturan : bagian yang cekung pada permukaan bilah keris. Kruwingan biasanya ada dua alur, yaitu terletak antara sisi bilah sebelah depan dan ada-ada, serta anatara ada-ada dan sisi bilah sebelah belakang.
  • Ada-ada atau sada :terletak tepat di tengah bilah. Tidak semua keris dan tombak memiliki ada-ada. Bentuk permukaan keris yang memakai ada-ada ada tiga macam, yaitu nggigir sapi, ngadal meteng dan ngruwing. Sedangka n bentuk permukaan keris yang tidak memiliki ada-ada dibagi menjadi dua macam, yakni bilahnya nglimpa dan yang rata.
  • Tampingan : ‘lereng’ di kiri dan kana nada-ada. Artinya, keris yang tidak memiliki ada-ada, tidak mungkin memiliki tampingan.
  • Janur  : bentuk lingir di antara dua sogokan
  • Puyuhan : terletak di bagian sor-soran bilah keris, di tempat pertemuan ujung sogokan depan dengan sogokan belakang.
  • Bebel : Bagian agak cekung tepat di atas puyuhan.
  • Sogokan belakang : merupakan bagian keis yang terdapat pada sor-soran, berupa alur tegak di samping sogokan depan. Antara sogokan depan dan belakang  terdapat bagian yang disebut janur.
  • Tumperan : lereng bungkul atau genukan yang terletak di sor-soran keris. Tumperan ada dua macam, yaitu yang amba atau luas dan yang ciut atau sempit.
  • Ucu-ucu Nginggil : Bagian yang melengkung cembung pada luk yang paling akhir di daerah pucukan.
  • Penatas atau penitis : bagian paling ujung dari pucuk bilah keris atau tombak. Penucuk bisa merupakan duri runcing, yakni pada keris yang pucuknya ambutut tuma, bisa merupakan setengah lingkaran pada pucukan anggabah kopong, bis ajuga mirip ujung paku yakni pada pucukan keris atau tombak yang nyujen atau ngudup gambir.
  • Wadidang atau wedidang : bagian tepi bilah keris yang terletak di bagian bawah sebelah belakang. Bentuk wadidang selalu melengkung curam, streamline, seolah merupakan bagian pantat dari bilah keris itu.
  • Ron da nunut : Bagian dari greneng yang terletak di atas Ron Da.
  • Tungkakan : artinya tumit kaki, terletak di ujung atas bagian belakang sebuah ganja keris. Bentuknya merupakan lengkungan hampir setengah lingkaran. Biasanya, hanya keris-keris  nem-neman saja yang memakai ricikan ini. Tungkakan dibuat untuk member tempat yang lebih luas bagi si empu untuk membuat greneng.
  • Greneng : bagian keris yang merupakan bagian tepi dari punggung bilah keris sebelah pangkal. Bagian tepi bilah keris ini bentuknya menyerupai gerigi dengan sebagian ujung runcing.
  • Ri pandan atau eri pandan : bagian keis yang terletak di sor-soran sebelah belakang, dan sering kali merupakan bagian greneng. Pada greneng, ri pandan berada di antara ron dan nunut dan ronda serta di atas kanyut. Bentuknya berupa tonjolan seperti duri meruncing dengan posisi agak miring.
  • Kanyut : bagian keris yang letaknya di ujung belakang sebuah ganja keris yaitu di bagain buntut cecak yang berbentuk mbuntut urang. Bentuknya menyerupai duri pipih yang melengkung tajam.
  • Tingil : terletak persisi di bagian ekor ganja, di bagian atas, berupa tonjolan kecil, tidak runcing ujungnya, sehingga tidak sama dengan ri pandan. Tingil selalu berdiri sendiri , tidak didampingi oleh ron dad an ronda nunut, maupun ri pandan.
  • Pudak sategal : terletak sedikit di atas sor-soran, di tepi bilah. Pudak sategal yang berada di sisi depan bertengger di atas gandik dengan jarak sekitar 3,6 cm dari gandik paling atas, sedangkan yang di belakang menempel tepi bilah sekitar 6,8 cm dari ujung ganja keris. Bentuknya menyerupai dan kelopak bunga dengan ujung-ujungnya yang runcing.

sumber : javakeris
Nama-nama ricikan keris di atas belum dibakukan secara nasional. Itulah sebabnya sampai pertengahan tahun 2001, hampir semuanya masih merupakan nama-nama istilah yang berasal dari daerah Jawa. Namun, istilah ricikan tersebut sudah dipahami oleh para pecinta keris dari daerah lain di luar Pulau Jawa maupun mancanegara, terutama Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Mengenai ricikan keris, hampir setiap daerah memiliki nama dan istilahnya sendiri, walaupun pada umumnya masih mengacu pada nama-nama dan istilah ricikan dari Pulau Jawa.

Bagi orang yang ingin terjun dalam dunia pakerisan, baik sebagai pengagum, pemerhati apalagi kalau hendak menjadi kolektor, mengetahui secara luas dan mendalam masalah ricikan keris ini sangat penting. Seseorang tidak mungkin mengatahui nama dapur dan mampu menangguh keris, bila tidak memahami soal ricikan keris.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

SILAHKAN BERI MASUKAN UNTUK MENUNJANG KARYA