Keris pusaka legendaris hasil jerih payah nenek moyang bangsa Indonesia pada umumnya terbuat dari paduan berbagai logam dan juga bukan logam yang memiliki sifat mekanik yang baik.
Paduan logam dan bukan logam
tersebut dibentuk menjadi sebuah senjata tajam. Namun sebelumnya
dilakukan penguatan terhadap bahan paduan tersebut baik dengan heat treatmen maupun dengan perlakuan fisik seperti pada posting cara pembuatan keris pusaka yang lalu.
Nenek moyang kita pada umumnya
membuat senjata berupa keris berbentuk lurus, pipih, panjang, dan semua
bagian tepinya tajam serta pada bagian ujung berbentuk lancip.
Pada dasarnya nenek moyang kita
menciptakan benda pusaka berbentuk keris ini berfungsi sebagai media
berperang untuk melawan musuh di medan laga.
Bentuk pusaka yang semua tepinya tajam diharapkan dapat lebih optimal dalam penggunaannya yaitu meyerang lawan.
Bagian tepi yang tajam berfungsi untuk memotong atau memangkas lawan.
Sedangkan bagian ujung dengan bentuk yang runcing berfungsi untuk menusuk lawan.
Dengan berkembangnya pemikiran
dari nenek moyang kita dalam hal teknologi pembuatan keris pusaka,
memunculkan bentuk pusaka yang agak berbeda dari kebanyakan yaitu sebuah
keris dengan bentuk luk atau berlekok-lekok.
Luk
dari keris pusaka juga sangat banyak variasinya, ada keris luk 1, keris
luk 2, keris luk 3, dan sebagainya yang dapat ditandai dengan jumlah
luk yang dipergunakan pada keris tersebut.
Sekarang, keris dengan luk memiliki nilai estetika tersendiri dalam perkembangannya.
Namun ternyata dibalik
berbentuk luk tersimpan keistimewaan yang sangat luar biasa. Disamping
menambah nilai estetika keris juga dapat meningkatkan efisiensi
penggunaan keris pusaka.
Artinya keris pusaka lebih mampu untuk melakukan perlawanan terhadap musuh seperti penusukan, penggiresan dan pemotongan.
Hal ini disebabkan adanya kompleksitas mata tajam dari keris pusaka dengan bentuk luk tersebut.
Sebagai contoh sebuah keris
pusaka dengan bentuk luk dipergunakan untuk melakukan tusukan pada lawan
(gerak lurus menuju tubuh lawan).
Dalam hal ini keris pusaka
meskipun bekerja dalam tusukan dalam arah mendatar juga bekerja proses
pemotongan dan penggoresan pada bagian tepi keris. Proses ini tidak
dimiliki oleh keris berbentuk lurus yang hanya bekerja untuk penggoresan
pada bagian tepinya.
Demikian saat keris puksaka berbentuk luk dipergunakan untuk melakukan ayunan atau pemotongan pada lawa dengan arah melingkar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
SILAHKAN BERI MASUKAN UNTUK MENUNJANG KARYA